Doa Orangtua, Mengantarkan Aula Jadi Imam Masjid di AS (3)

Doa Orangtua, Mengantarkan Aula Jadi Imam Masjid di AS (3)

SAHABAT KELUARGA - Itulah salah satu doa dari sang ibu yang selalu diingat oleh Aula Andika Fikrullah Al Balad. Mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Lehigh University, Bethlehem, USA. Juni 2018 untuk pertama kalinya Mak Cut mengantarkan Aula untuk pergi keluar Aceh. Sebelum-sebelumnya Mak Cut tidak pernah untuk mengantarkan. Dihari itu Mak Cut mengantarkan buah hatinya untuk mengenyam pendidikan di negeri Paman Sam.

”Ya Allah, semoga kedatangan emak ke bandara tadi adalah awal langkah kakinya untuk mencicipi empuknya kursi pesawat menuju Baitullah menunaikan umrah dan atau haji insyaAllah. Amiiin,” dalam doa Aula karena saking terharunya di antar ibundanya melepas untuk menempuh study. Aula bercita-cita untuk dapat memberangkatkan haji ibundanya. Sepenggal cerita awal keberangkatan Aula ke AS, yang sekarang selain berkuliah juga menjadi imam di Masjid Al Falah kota Philadelphia.

Awalnya pada Oktober 2018, Aula menghadiri Festival for International Students yang berlangsung di Pennsylvania Museum, di kota Philadelphia, Negara Bagian Pennsyalvania. Setelah festival usai, dia memutuskan tidak mengikuti rombongan untuk kembali ke kampus melainkan menetap selama tiga hari di Kota Philadelphia.
Selama berada di ibukota pertama Amerika ini pula, Aula ikut pada salah satu acara rutin yang diadakan oleh perkumpulan muslim Indonesia di Philly, yakni pengajian. Di forum tersebut dia diminta oleh pengurus masjid untuk memperkenalkan diri secara singkat di hadapan jamaah lainnya.

Singkat cerita, di Desember 2018, pengurus masjid Al Falah meminta kesediaan Aula untuk mengisi khutbah Jumat dan memimpin salat Jumat. Sejak Jumat itu pula, ”Saya diminta untuk menetap di masjid memimpin salat lima waktu, mengisi pengajian jamaah bapak-bapak dan ibu-ibu serta ikut andil menjadi narasumber pada berbagai diskusi keagamaan (interfaith dialogue) dengan berbagai komunitas dan agama lainnya.”

Tak berhenti sampai di situ, Aula juga ikut andil dalam berbagai aktivitas sosial di kampus seperti tergabung dalam Graduate Student Senate atau di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan atau sejenis dengan Badan Eksekutif Mahasiswa khusus mahasiswa pascasarjana. Sebagai student ambassador Lehigh Univ, saya juga ikut berpartisipasi untuk mempromosikan kampus di berbagai acara khususnya di internal kampus. Di kancah yang lebih luas, Aula meng-upgrade kemandirian diri dan wawasan global dengan ikut aktif terlibat sebagai relawan di United Nations (UN) di New York City. Di mulai dari kegiatan bersifat conferences, dan bahkan diskusi bersifat private dengan berbagai perwakilan negara untuk UN seperti Rusian Ambassador for United Nations, dan negara lainnya.

”Rasanya, ada point yang belum lengkap jika hanya melakukan aktivitas yang tak bersentuhan dengan masyarakat Indonesia, karenanya saya memilih aktif di Indonesian Muslim Society in America (IMSA), pada berbagai events, seperti menjadi Coordinator Ramadan 2019 yang menghandle berbagai programs. Baik yang bersinggungan dengan masyarakat Indonesia di Amerika atau masyarakat di Indonesia,” terang Aula. Selain itu aktif di perhimpunan hobi menulis yang sudah dimulai dari kuliah di Aceh diteruskan sampai sekarang. Alhasil hobi ini di apresiasi oleh beberapa media di tanah air dan Amerika. Tak hanya itu, profesor di kampusnya menggaet Aula untuk berbagai pekerjaan miliknya.

Tak hanya menempuh pendidikan semata. Tapi bakti anak kepada orangtua tak dilupakan oleh Aula. Cita-cita terbesarnya saat ini adalah ingin berangkat haji dan atau umrah bersama ibu. Setelah itu berencana untuk melaksanakan umrah dengan mengirimkan pahala umrah tersebut untuk almarhum ayah. Jika ini telah tercapai, maka inshaAllah saya akan tenang jika saya menghadap-Nya. ”Walau saya tahu bahwa dengan memberangkatkan ibu menunaikan haji dan umrah takkan pernah mampu membalas jasa dan pengorbanannya serta setitik keringat yang keluar dari pori-pori kulitnya selama ini. Setidaknya saya berhasil memuaskan diri sendiri melihat beliau memakaikan pakaian ihram dan berdoa di depan kabah dan marhabah Rasulullah SAW. Semoga dengan itu akan menjadi saksi di akhirat kelak bahwa beliau telah menunaikan rukun Islam kelima, bersilaturahim ke makam Rasul Saw, dan tentunya itu akan menjadikan beliau sebagai salah satu penghuni surgaNya kelak,” ungkap Aula.

Aula menyadari, tidak setiap orang memiliki keistimewaan menjadi orangtua, tapi setiap anak pasti akan memiliki orangtua. ”Karenanya, berbaktilah kepada mereka dengan sebaik-baik bakti. Jika anda muslim, maka jangan pernah lupa mengirimkan doa kepada kedua orangtua setiap selesai salat lima waktu,” katanya.

”Minimal sekali, ucapkan lah Ya Allah, ampuni lah kedua orang tua ku. Selamatkan lah iman mereka. Lapangkan kubur mereka (jika orang tuanya telah meninggal), dan masukkan mereka ke surga Mu,” pesan Aula. ”Untuk semua anak Indonesia lainnya. Ukirlah prestasi-prestasi mu semata-mata untuk membahagiakan kedua orang tuamu. Karena jika sesuatu diniatkan untuk mereka, dengan izinNya, maka semua akan dimudahkan. Terakhir, jangan biarkan kaki melangkah keluar rumah sebelum bibir mu mendarat manis di dahi mereka,” Aula menutup pembicaraan.

(Dhoni Nurcahyo).

Kategori:Umum, Utama
Sumber:https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=249900584

Komentar

Loading...