MIBARA, PROGRAM PKBM RUMAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT ACEH

MIBARA, PROGRAM PKBM RUMAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT ACEH

Empat lapak Biru  berukuran 7x2 meter persegi berjajar rapi di sudut kanan Blang Padang. Banda Aceh.  Buku yang dilapisi dengan sampul plastik tidak memberikan celah untuk siapapun untuk duduk di atasnya. Namun, puluhan mata menyesaki setiap sisi lapak yang berada di sudut kanan, tepat di depan pendopo Walikota Banda Aceh. Sejumlah pemuda berompi hitam bertuliskan “Ruman Aceh” mempersilahkan setiap orang yang datang untuk membaca buku yang telah disediakan. “Tidak harus membeli, buku ini gratis. Silahkan dibaca sepuasnya” Teriak pemuda berompi hitam tersebut. Walaupun hanya beralaskan rumput, beratapkan pohon. Tidak mengurangi minat pembaca dari segala usia ini untuk membaca setiap kata yang ada di lembaran buku itu.

            Aktivitas ini merubah pandangan orang-orang jika Blang Padang yang identik dengan monument pesawat RI-001 ini tidak selalu digunakan untuk tempat olahraga dan wisata kuliner pada setiap Minggu pagi. Tapi, bisa juga digunakan untuk aktivitas pendidikan seperti yang dilakukan oleh sejumlah pemuda Aceh ini. Spanduk bertuliskan “MIBARA” yang terikat di dua pohon menutupi pengunjung dari sengatan matahari pagi.

            “Minggu Baca Rame-Rame atau yang lebih dikenal dengan sebutan MIBARA ini menjadi salah satu program andalan yang ada di PKBM Ruman Aceh. Ruman sendiri merupakan singkatan dari Rumah Membaca Aneuk Nanggroe (Rumah Membaca Anak Negeri),” Jelas Ahmad Arif. Pendiri Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ruman Aceh. Minggu, 08 Juli 2018.

            Pria yang kerap disapa dengan  Arif ini menerangkan jika PKBM Ruman Aceh pertama sekali didirikan pada bulan Januari tahun 2007. Pada mulanya, lembaga yang bergerak di bidang sosial ini lahir berkat keprihatinannya melihat minat baca warga Aceh yang berada di peringkat ke-10 bawah dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Dilansir dari halaman Kompas.com, berdasarkan catatan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada tahun 2012, terungkap jika indeks membaca bangsa Indonesia hanya 0,001. Artinya, di antara 1.000 orang, hanya satu orang yang membaca secara serius. Demikian pula catatan survei Most Literated Nation in The World (2015) menempatkan Indonesia pada peringkat ke-60 dari 61 negara.

Fakta ini menjadi pemicu bagi pria kelahiran Kutacane tahun 1981 ini untuk kembali mencari program baru untuk meningkatkan minat baca Masyarakat Aceh. 14 Mei 2014. Ide itu pun dilaksanakan. “MIBARA” begitulah dia menyematkan program barunya. Bermodalkan becak tua, ia ditemani oleh istri, dan beberapa relawan memberanikan diri untuk membuat lapak di lapangan kebanggaan Masyarakat Aceh, Blang Padang, Banda Aceh. Tidak lupa, spanduk bertuliskan nama program pun ia bawa untuk memperkenalkan program barunya kepada Masyarakat Aceh khususnya untuk wilayah Banda Aceh dan sekitarnya.

Publikasi melalui sosial media yang dilakukan oleh pengunjung membuat program Mibara ini semakin dikenal di khalayak umum. Arif mengaku, ada beberapa lembaga baik dari Banda Aceh maupun dari luar kabupaten yang bekerja sama dengan PKBM Ruman Aceh. “Hingga bulan Mei 2018, kami sudah bekerja sama dengan 37 lembaga yang berada di Banda Aceh maupun di kabupaten lainnya,”Ungkap Arif.

Arif melanjutkan, masyarakat Aceh tidak hanya dimanjakan dengan ragam bacaan hanya di hari minggu pagi saja,tetapi bisa juga dinikmati langsung di base camp Ruman Aceh yang terletak di jalan Unida, Surien, Banda Aceh. Sejauh ini, Selain mendirikan Taman Baca Masyarakat (TBM), Ruman Aceh juga telah mendirikan Bimbingan Belajar (Bimbel) dan Taman Kana-Kanak (TK) gratis bagi kaum Dhuafa.

Sejak didirikan 11 tahun silam, PKBM Ruman Aceh telah menoreh prestasi di berbagai aspek. Dilansir dari portalsatu.com, salah satu prestasi yang baru saja diraih yaitu juara pertama pengelola dalam ajang “Apresiasi PTK dan DIKMAS Berprestasi Tingkat Aceh Tahun 2018”.

Komentar

Loading...