Peran Pemerintah Dan Orang Tua Dalam Mendongkrak Minat Baca Masyarakat
Ilustrasi : Google.com

Peran Pemerintah Dan Orang Tua Dalam Mendongkrak Minat Baca Masyarakat

Menurut survei yang dilakukan pada study “Most Litered Nation In The World” Indonesia termausk dalam negara urutan 60 dari 61 negara yang memiliki minat baca tinggi.  Minat baca di Indonesia kita ini berada di bawah negara Vietnam. Pemerintah dan orang tua harus turut berperan untuk mengatasi permasalahan ini. Orang tua dan pemerintah harus mencari inisiatif untuk menumbuhkan minat baca anak. Cara-cara ini diterapkan untuk bisa merangsang minat baca anak-anak dan masyarakat.

Anak-anak adalah generasi masa depan yang harus dibentuk kepribadiannya yang baik. Apalagi sekarang ini kita hidup di era teknologi yang canggih. Gadget bisa kita lihat dipergunakan oleh siapapun, dan dimanapun dan kita tidak bisa elakkan lagi dengan kondisi ini. Orang tua harus mengawali pertumbuhan anak itu dengan hal-hal yang positif. Dikarenakan sebagaimana fakta yang kita tau sekarang, kemauan baca masyarakat Indonesia tinggi tetapi daya baca masyarakat Indonesia rendah. Contohnya mereka sangat mudah membaca pesan-pesan di media sosial seperti whatsapp ,twitter, dan lain sebagainya, hal ini bertolak belakang dengan minat kemauan mereka untuk membaca buku. tapi tidak mau memegang buku bacaan apalagi membacanya. Padahal sebenarnya orang yang membaca pertama itu adalah ibarat perokok aktif, pada hisapan pertama ia akan merasakan kesakitan di hidung bahkan bisa batuk hingga mengeluarkan air mata, pada akhirnya perokok aktif ini jika sudah menjadi kebiasaannya, dan  jika sudah menjiwai dan sudah nyaman maka ia akan candu dan cenderung menikmati kegiatannya itu. Begitu juga membaca, jika orang yang sudah candu, menjiwai, dan menikmati bacaan buku, maka ia akan terasa tidak nyaman apabila dalam satu hari tidak membaca buku.

Kebiasaan positif yang diajarkan dalam keluarga oleh orang tua sangat berpengaruh terhadap anak, orang tua yang mengawali hal yang positif di usia kecil mereka dengan hal-hal yang baik, akan mudah mengarahkan anak-anak untuk melakukan hal-hal yang baik untuk seterusnya.  Anak-anak ini adalah ibarat bambu, bambu muda sangat mudah untuk dibentuk, dari bambu muda ini bisa mengahsilkan kreasi-kreasi indah dan bisa bermnafaat bagi orang lain. Dari bambu muda bisa dibuat layangan, peralatan rumah tangga, kursi panjang, meja keluarga, dan alat-alat lainnya yang bisa memberikan manfaat kepada kita. Tapi coba perhatikan bambu tua, susah sekali dibentuk, bahkan jika kita mengumpulkan orang-orang ataupun masyarakat banyak, mereka belum tentu bisa membengkokkan apalagi mematahakan bambu tersebut, karena bambu tua itu sangat kuat dan sudah susah untuk dibentuk. Begitulah ibarat anak kecil yang tahap awal dan masih sangat muda ini sangat mudah dibentuk, tapi jika mereka sudah besar nanti maka orang susah untuk membentuknya kembali dan akan banyak membantah apabila dinasihati oleh orang lain walaupun nasihat itu benar. Sama halnya dengan minat baca anak, harapan kita semua adalah membentuk generasi dini untuk senantiasa suka membaca dengan acara menanamkan minat baca anak sejak dini. Ajaklah anak-anak kepada hal yang positif. Ada beberapa faktor empirik yang mempengaruhi rendahnya minat baca anak yaitu salah satu faktor nya adalah terbatasnya jumlah buku. Idealnya di negara-negara maju, 1 orang membaca 2 buku setiap harinya. Tapi kenyataannya sekarang di Indonesia 15.000 orang membaca satu buku. Di Indonesia jika tidak dituntun untuk gemar dan cinta dalam membaca buku, maka negara akan terus mejadi negara berkembang dan tidak menjadi negara maju. Orang – orang di Indonesia lebih memilih baca majalah atau koran dibandingkan buku-buku yang bermanfaaat untuknya dan sesuai dengan kebutuhannya. Begitu juga siswa ataupun mahasiswa sebagai agent of change dan sebagai pemegang estafet kepemimpinan kedepannya. Seharusnya di samping buku-buku akademik yang mereka baca di lembaga-lembaga pendidikan mereka, seharusnya mereka mencari buku-buku lainnya. Perbedaaan negara Indonesia dengan Jepang pada pelayanan layanan literasi bacaan buku. Negara Indoensia di sepanjang jalan kita perdapat kios, warung, dan orang-orang berjualan. Akan tetapi di negara Jepang yang didapatkan sepanjang jalan adalah perpustakaan yang digunakan oleh orang jepang untuk meminjam buku dan menukar buku setiap harinya. Harapan kita bersama walaupun tidak sama dengan negara maju ini, setidaknya  pemerintah setiap kabupaten di Indonesia mau mengambil inisiatif menyediakan perpustakaan. Perpustakaan tersebut disesuaikan dengan fungsi atau potensi yang ada di pedesaan agar masyarakat gemar membaca sesuai dengan kebutuhan yang ada pada setiap desa-desa. Harapan kita bersama perpustakaan ini dapat mejadi pusat informasi dan pengetahuan sehingga bisa meningkatkan sarana prasarana dan fasilitas layaanan masyarakat dan masyarakat mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Menurut kebiasaan anak-anak menjadi gemar membaca jika orang tua di rumahnya suka membacakan sesuatu kepada mereka contohnya dongeng atau cerita rakyat sebelum tidur. Kebiasaan membaca sejak kecil dapat membiasakan perilaku positif dan dapat memberikan pengaruh terhadapat perilaku mereka dalam bersikap. Peran orang tua juga sangat mempengaruhi minat baca generasi ke depan. Pendidikan pertama yang akan didapat dari mereka adalah dari keluarga mereka.

Aktivitas literasi perlu dibiasakan sejak dini. Pengaruh bacaan terhadap kehidupan perilaku anak positif sangat mempengaruhi. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Jennifer Dobbs Oates disebutkan bahwa anak yang gemar dan tertarik pada literasi lebih menunjukkan perilaku positif dan anak tersebut lebih mudah untuk menyesuaikan diri dibandingkan anak yang tidak tertarik pada literasi.

Orang tua dapat memberikan buku-buku bacaan menarik kepada anak-anak, yang buku itu lebih menarik menurut mereka seperti buku yang banyak gambarnya. Jika mereka telah terbiasa dengan membaca maka anak juga akan sangat mudah untuk dapat menerima bacaan yang lainnya juga. Maka orang tua harus menanamkan minat baca kepada anak anakya secara bertahap. Karena ketertarikan dan keasyikan anak dalam membaca merupakan kunci untuk menumbuhkan minat baca. Dalam tulisan ini saya ingin memberikan beberapa kunci untuk menumbuhkan minat baca anak. Orang tua harus membiasakan membacakan cerita untuk anak sebelum tidur mereka ataupun ketika mereka hendak istrirahat . Ini merupakan cara juga yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menularkan kebiasaan membaca kepada anaknya. Sering membaca maka anak  akan mempu untuk berpikir terstruktur, dapat mengenal konsep dalam kehidupan dan mendapatkan pengetahuan dan ilmu baru.

Cerita-cerita yang digemari anak untuk sementara ini adalah seputar dongeng, cerita rakyat, tentang persahabatan, ataupun petualang detektif cilik. Agar anak dapat berpikir kritis maka orang tua meminta anak untuk menanggapi cerita yang dibacakan. Ajak mereka untuk komunikasi. Mintalah mereka untuk menangggapi cerita yang telah diberikan. Tanyakan kepada mereka tokoh yang mereka sukai dalam cerita tsersebut dan hal apa yang membuat mereka tertarik dan senang dengan cerita tersebut. Jika orang tua melakukan hal ini maka akan mengasah juga anak  dalam ketajaman komunikasi, kecakapan mereka, dan juga dapat mengembangkan minat mereka.

Fenomena rendahnya minat baca di Indonesia sangat memprihatinkan, kita harus bisa mengambil andil untuk membantu seperti mendonasikan buku-buku bacaan pada program-program donasi buku. Sebelum menyumbangkannya harus pastikan dahulu buku yang anda sumbangkan benar-benar dimanfaatkan oleh orang lain, dengan cara melihat siapa yang menyelenggarakan program donasi buku tersebut. Apakah badan, lembaga atau yayasan yang disumbangkan ini sudah terpercaya kredibilitasnya, tujuan kita agar bantuan ataupun donasi buku yang anda berikan dilakukan tepat sasaran dan bisa dimanfaatkan. Buku-buku yang umumnya orang baca itu adalah berupa dongeng nusantara, buku tokoh-tokoh nasional, buku pengetahuan umum, hingga buku sejarah nasional. Melalui tulisan ini penulis ingin menciptakan tautan untuk ajakan kepada masyarakat Indonesia sebagai langkah awal untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kegiatan membaca. Peran keluarga yang sangat menentukan generasi kedepan yang gemar membaca. Pemerintah juga mendukung masyarakat dalam melaksanakan kegiatan positif termasuk malakukan gerakan-gerakan literasi. Jika mampu maka masyarakat akan bahu membahu bersama pemerintah untuk melakukan gerakan ini di 61 titik Propinsi di Indonesia.

Menciptakan masyarakat Indonesia yang tidak gemar membaca sehingga menjadi gemar membaca tidaklah mudah. Semuanya butuh proses yang harus dilalui secara bertahap. Pasti kita juga akan menghadapi banyak rintangan untuk membuahkan hasil yang sesuai dengan harapan kita. Ini adalah ibarat seseorang yang menanam tanaman yang baik, dalam proses pertumbuhannya kita harus sabar dan konsisten memberikan perhatian terhadap apa yang kita harapkan. Tanaman yang baik harus ditanam, dijaga, dan diawasi dan butuh kesabaran kita untuk memetik hasilnya. Akan tetapi tanaman yang tidak tidak perlu kita tanam juga ia akan tumbuh dengan sendirinya.

Komentar

Loading...