Tradisi Meriam Karbit di Pidie
Ilustrasi: google

Tradisi Meriam Karbit di Pidie

       Tradisi Meriam karbit merupakan salah satu tradisi yang sudah berlangsung turun temurun bagi masyarakat dibeberapa kawasan di Pidie untuk menyemarakkan malam hari raya, sejumlah masyarakat memadati lokasi untuk melihat langsung dan bahkan mencoba untuk ikut dalam menyalakan meriam karbit tersebut. Suara ledakan terdengar susul-menyusul disepanjang bantaran sungai diberbagai kecamatan didaerah Pidie. Mariam karbit ini dibuat warga dari drum minyak bekas. beberapa drum disatukan sehingga menjadi 2-5 meter, tak hanya itu meriam tersebu kemudian diisi karbit dan diledakan dengan cara dibakar. Hasilnya suara ledakannya akan menggelegar hingga jarak 10km.

        Pertunjukan Meriam Karbit ini memang memikat, terutama suara ledakkannya yang menggema. Tradisi ini dimeriahkan mulai dari dewasa, remaja, bahkan anak-anak juga ikut dalam tradisi ini. Tradisi ini dilaksanakan pada malam pertama hari raya. Namun, karena sekarang sudah digelar takbir keliling pada malam pertama, maka mariam karbit digeser kemalam kedua. Tradisi itu dilakukan sejak usai magrib hingga menjelang subuh. Pada kegiatan tradisi ini, ada dibiayai sejumlah warga yang mudik dari peratauan. Mereka menyumbang dana hingga terkumpul jutaan rupiah untuk berlangsungnya tradisi mariam karbit tersebut.

        Pada tradisi ini banyak menimbulkan permasalahan, seperti halnya disaat berlangsungnya tradisi mariam karbit ini apabila ada terjadi kelalaian pada saat berlangsungnya mariam karbit tersebut bisa menimbulkan korban, seperti seorang bocah di Reubee harus kehilanggan tiga jarinya karena tersambar api yang dikeluar dari mariam karbit, maka disinilah perlu pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya.

       mariam karbit juga dapat mengeluarkan suara yang begitu keras seperti ledakan yang dapat mengakibatkan warga merasa terganggu seperti orang lanjut usia bahkan bayi, yang merasakan kurang nyaman berada ditengah berlangsungnya tradisi tersebut, pasalnya tradisi tersebut dilakukan diarea tempat permukiman warga, bukan didaerah yang jauh dari permukiman warga. Maka ini menimbulkan masalah jika dilakukan dipermukiman warga, yang bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

          Apabila tradisi Mariam Karbit ini sudah tidak bisa dihilangkan kembali, sebaiknya disediakan arena khusus seperti persawahan yang tidak layak untuk dipergunakan lagi, jadi sebesar apapun suara mariam karbit tersebut tidak menjadi masalah lagi yang penting jauh dari permukiman, yang suaranya tidak terjangkau oleh warga, Jangan hanya untuk menghibur semata demi untuk kesenangan kita, bisa membuat orang lain terganggu kenyamanannya karena dengan suara yang besar seperti ledakan dan juga getaran yang ditimbulkan oleh mariam karbit tersebut, kita harus juga memikirkan orang lain karena kita hidup ditengah masyarakat. Maka  agar kita hidup dalam bermasyarakat haruslah saling menghormati tidak boleh ada yang merasa tidak nyaman, demi ketenangan didalam masyarakat itu sendiri. Atau demi kemaslahatan umat.

Komentar

Loading...